Wednesday, July 16, 2008


SPIRIT ENTERPRENEUR
PUBLIC RELATIONS
(Updated: 2008-06-13 20:29:31)


Didahului dengan ketukan palu oleh Rektor UMB, Bapak Dr. Ir.H. Suharyadi, Ms, maka dengan resmi Seminar Nasional Public Relations tentang Paradigma Baru SDM Public Relations: Membangun Spirit Enterprenurship bagi Public Relations dibuka pada hari Selasa, 10 Juni 2008. Seminar ini dihadiri 165 orang mahasiswa Public Relations FIKOM UMB dari semester 2 sampai semester 6, bertempat di Gedung Teja Buana, Menteng, Jakarta Pusat.

Pembicara yang hadir meliputi Ir. Ahmad Indrawan Soelaeman, MBA, MM (Staf Ahli Bidang Ekonomi dan SDM) mewakili Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Agung Laksamana (Vice President Marketing Communications and Public Affairs HSBC), Magdalena Wenas, M.Comm (President Public Relations Society of Indonesia), Indira Abidin (Manager Fortune PR) dan Agus Sutiyono (Motivator Smart Solution dari UNJ). Acara ini juga diliput oleh IndoPos, Rakyat Merdeka dan Majalah B n B.

Keynote Speaker adalah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan SDM, Bapak Ir. Ahmad Indrawan Soelaeman, MBA, MM menjelaskan tentang fenomena pengangguran yang banyak terjadi, kualitas kerja tidak meningkat serta daya saing yang tinggi sebagai akibat dari sempitnya lapangan kerja. Bahkan disebutkan 9,11 % tingkat pengangguran berusia muda ada dan ada di wilayah perkotaan. Di sisi lain terdapat globalisasi barang dan jasa yang semakin meningkat membuat daya saing semakin kompetitif. Akibatnya, kita harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan daya saing dan keterampilan yang ada. Menurut beliau, Public Relations tidak lagi dapat diartikan sempit dengan menkonotasikannya dengan wanita yang cantik, pintar bergaul dan mampu berorganisasi. Tapi lebih dari itu semua, Public Relations merupakan manajer komunikasi yang berperan penting dalam mengatur semua arus informasi dalam organisasi.

Seminar ini sendiri membahas mengenai Entrepreneur PR yang menjadi sangat penting dalam dunia global dewasa ini. Begitu banyak bermunculan media baru dan konsep globalisasi tingkat tiga, yaitu “It’s all about people” menjadi tantangan yang harus mampu diantisipasi oleh entrepreneur PR. Solusinya adalah dengan membuka semua saluran komunikasi yang kita miliki (open sourcing). Selain itu, disebutkan juga bahwa entrepreneur PR tidak hanya berorientasikan profit semata tapi juga guna mendapatkan pengetahuan yang akan menjadi pengalaman hidup paling berharga untuk kita. Oleh karena itu, seorang entrepreneur PR tidak boleh menjadi pribadi yang egois, melainkan perlu peduli terhadap lingkungan sosial yang ada. Dunia semakin berkembang, sehingga setiap entrepreneur PR dipaksa untuk mampu mengimbanginya bila tidak ingin habis dilibas.

Seminar PR kali ini terasa sangat berbeda dari sebelumnya karena tema yang diangkat begitu penting di era globalisasi ini. Merupakan kewajiban bersama untuk menumbuhkan semangat dan jiwa entrepreneurship dalam diri kita sehingga ketika setiap lulusan masuk ke dunia kerja, mereka tidak perlu lagi bergantung pada lapangan kerja yang ada, melainkan dapat menciptakan lapangan kerja. Sebuah kalimat penting yang perlu ada dalam diri setiap orang adalah, “Saya menjadi berharga, bila saya mampu bermanfaat bagi diri saya sendiri dan juga orang lain”. Ok, Just DO It Now !!!


SEMINAR ADVERTISING
ROLLER COASTER: CHANGE IS A MUST
(Updated: 2008-06-27 13:31:11)


Hima Pariwara Universitas Mercu Buana mengadakan Seminar Nasional Advertising Roller Coaster: Change Is A Must di Aula Universitas Mercu Buana pada 21 Juni 2008 yang dibuka oleh Ir. Henny Gambiro, M.Si selaku Direktur Kemahasiswaan UMB. Adapun gagasan mengangkat tema ini didasarkan pada semakin berkembangnya dunia periklanan saat ini sehingga diperlukan perubahan untuk menarik klien sebanyak mungkin. “ Seminar ini sangat penting terutama dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa Marketing Communications and Advertising, terutama dalam dunia iklan yang semakin berkembang pesat ini. Beliau juga menyampaikan harapannya agar setiap peserta tidak melewatkan pelajaran berharga yang akan didapatkan “ Ungkap Ir. Henny Gambiro, M.Si dalam kata sambutannya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Dra. Tri Diah Cahyowati, M.Si selaku Ketua Program Studi Marketing Communications and Advertising. Beliau ingin menumbuhkan kembali minat para peserta untuk tetap merasa “seksi” dalam berkarier di bidang advertising. Meskipun sangat banyak perubahan yang dialami dunia iklan, baik media maupun audiensnya, para praktisi harus mampu untuk melakukan perubahan besar. Sementara itu, dalam keynote speechnya, Bapak Narga Habib menjelaskan bahwa periklanan tradisional telah mati dan sekarang adalah era periklanan modern yang kreatif. Hal ini disebabkan karena masyarakat sudah berkembang dan berubah. Publik konsumen semakin beragam. Oleh karena itu advertising agency harus mengkomunikasikan pesan yang mungkin saja sama ke semua orang tapi dengan cara yang berbeda karena setiap orang pada dasarnya adalah berbeda.

Dalam acara seminar ini menghadirkan Bapak Narga Habib selaku Ketua Perhimpunan Perusahaan Periklanan Indonesia sebagai Keynote Speaker, Djito Kasilo selaku Creative Advisor Taktikcom, Haris Budi selaku Creative Director BBDO Indonesia, Rusmailia Lenggogeni selaku Freelance Copy Writer, Elwin Mok selaku Owner dan Managing Director Celcius Creative Communications, Yoga Adhitrisna selaku Owner dan Creative Director Berakar Communications, Romanus Suryo selaku Owner dan Bussines Development Director Narrada Communications, Fumiko Rustantra dari HM Sampoerna, Jerry S. Justianto selaku CEO Massima Group dan Agus Sutiyono selaku Founder Human Capital Development Center.

Sesi pertama membahas menegnai animo untuk berkarier di bidang advertising. Pada dasrnya, industri periklanan masih menjanjikan untuk berkarier tapi perlu ada perubahan untuk mencapai sukses itu. Periklanan tradisional sudah ketinggalan zaman. Industri periklanan sekarang membutuhkan praktisi periklanan yang kreatif sehingga mampu membuat audiens senang menonton iklan. Tidak sperti dulu, dimana iklan tidak diperdiulikan oleh masyarakat yang menonton. Iklan yang kreatif dan mampu menarik perhatian audienslah kunci kesuksesan berkarier di bidang advertising.
Sesi kedua membahas mengenai spesialisasi yang muncul dalam dunia iklan. Pasar sudah berkembang sangat cepat. Oleh karena itu dibutuhkan spesialisasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pola industri kreatif yang terus berubah perlu diimbangi oleh adaptasi praktisinya sehingga spesialisasi sangat dibutuhkan. Selain itu, perkembangan media juga sangat mempengaruhi spesialisasi

Sesi ketiga membahas mengenai penggunaan internet sebagai media baru dalam dunia periklanan. Sampai saat ini, internet masih jarang digunakan di Indonesia sebagai media iklan. Padahal, internet mampu menjadi media untuk beriklan yang sangat luar biasa karena ribuan orang di seluruh dunia mengakses internet setiap detik. Banyaknya iklan yang dibatasi membuat orang beriklan di internet. Internet merupakan media beriklan yang sangat murah tapi mampu memberikan efek dan janhgkauan yang sangat luas serta kemampuannya untuk dikases jutaan orang dari seluruh dunia. Inilah yang menjadikan internet salah satu media baru beriklan yang luar biasa. Sementara sesi keempat membahas mengenai kreatifitas praktisi periklanan dalam mebuat karyanya dapat muncul hanya bila praktisi memiliki pikiran yang positif. Semangat yang menyatakan bahawa kita mampu melakukan segala hal, akan membuat kita sanggup melakukan hal yang mustahil sekalipun, apalagi bila hanya masalah kreatifitas.

Dengan diselenggarakannya seminar ini diharapkan mampu menumbuhkan wacana dalam diri setiap peserta seminar untuk semakin mengembangkan diri dalam berkarya di bidang periklanan sebab dengan perubahan yang semakin cepat dan drastis, setiap calon praktisi maupun praktisi perlu menyesuaikan diri dengan sebaik dan secepat mungkin.