Tuesday, July 15, 2008


MIND RECHARGE:
SESI PEMBEKALAN KREATIVITAS BAGI PARA AKTIVIS KAMPUS
(Updated: )

Aktivis kampus, istilah ini dikenal bagi mereka mahasiswa yang aktif dalam beragam organisasi intra atau ekstra kampus. Universitas Mercu Buana dalam mencapai visinya untuk meningkatkan kompetensi, kreativitas dan leadership para aktivis kampus, telah menjawab kebutuhan tersebut. Dengan menyelenggarakan sebuah acara yang bertajuk Mind Recharge, hari Rabu lalu, 9 April 2008. Lokakarya Mind Recharge dibuka oleh Direktur Kemahasiswaan, Ir. Henny Gambiro, M.Si, yang menekankan pada kesuksesan individu akan diraih, jika individu tersebut mampu berfikir kreatif dan inovatif. Substansi pola pikir tersebut perlu diperbarui secara terus menerus. Bahasa mudahnya di-re-charge, yang pasti kesuksesan itu milik dan hak semua orang. Peserta lokakarya meliputi perwakilan HIMA Prodi semua Fakultas, BEM Fakultas, BEM Universitas maupun perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Kegiatan ini dikelola oleh Direktorat Kemahasiswaan UMB yang dihadiri oleh 50 orang lembaga kemahasiswaan UMB. Para aktivis kampus ini pada umumnya telah mendapat pembekalan keterampilam olah pikir. Hal ini mampu membangkitkan kekuatan raksasa dalam diri pribadi sehingga mereka dapat menyikapi keunggulan yang muncul didalam dirinya sendiri. Otomatis akan timbul pemikiran yang positif. Dengan demikian, mereka dapat merebut peluang didalam mewujudkan tujuan hidupnya dimasa mendatang. Lokakarya yang spektakuler tersebut mendatangkan Master Trainer & Personal Development sekaligus Expert Mind Navigator, Bapak Agus Sutiyono. Narasumber yang berperawakan tinggi besar dan bersuara lantang ini, mengawali lokakarya Mind Recharge dengan meminta kepada seluruh peserta untuk sepakat terlebih dahulu, membuang rasa kebencian yang ada. Peserta harus memiliki hati yang bersih, sehingga dapat mengaktifkan karakter, jiwa dan olah pikir. Lokakarya Mind Recharge cukup menarik animo peserta dan mereka enjoy untuk mengikuti 4 sessi, dimulai dari pemaparan isi makalah, peserta diajak berdiskusi dalam kelompok, sekali-kali diselingi dengan praktek. Agus Sutiyono menegaskan bahwa pikiran bawah sadar kita adalah pusat emosi kita. Pikiran bawah sadar mengatur fungsi fungsi alamiah tubuh, detak jantung, pernafasan, pencernaan dan sirkulasi darah. Pikiran bawah sadar tidak akan pernah memunculkan perselisihan dan sakit dalam tubuh kita, dia dalam keselarasan positif. Ketika pikiran sadar tidak harmonis dengan pikiran bawah sadar akan me nimbulkan disharmoni dalam tubuh. Seperti kecemasan, ketakutan dan kekhawatiran membuat hati, paru, perut bereaksi secara negatif. Pada saat timbul kekacauan emosional, perubahan kimiawi akan terjadi dalam sistem tubuh yang membuat mudah terserang sakit kepala, sakit punggung, pandangan mata lemah, kanker dan berbagai penyakit lainnya. Keyakinan adalah aksi reaksinya adalah respon positif dari pikiran bawah sadar terhadap keyakinan. Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. Pada saat kita telah yakin, pikiran bawah sadar kita terpengaruh oleh keyakinan dan keinginan kita serta mewujudkan segala apa yang kita inginkan. Kesimpulannya, mampukah kita menjadi orang yang selalu berpikir positif, jika belum, rubah dan kendalikan. Oke, Selamat me-re-charge mind Anda. Sukses untuk kawan kawan aktivis! (Ist&Int)Foto :
HASS Gelar Seminar Pendidikan pdf | cetak |
Senin, 02 Juni 2008
PAYOKUMBUAH, METRO-- Himpunan Alumni SLTA Se-Sumatera Barat (HASS) yang berpusat di Jakarta menggelar seminar di GOR M. Yamin Payokumbuah, Sabtu (31/5). Kegiatan ini mengambil tema “bertemu, bersama tingkatkan mutu pendidikan”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sumbangan terhadap dunia pendidikan di Sumbar, yang saat ini sudah jauh tertinggal dari daerah-daerah lainnya di Indonesia.
Sebagaimana diketahui, dulunya Sumbar ini adalah daerah penghasil pemikir-pemikir hebat yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Namun, seiring perjalanan waktu sumber daya manusia (SDM) di Sumbar juga melemah sehingga sudah tertinggal dari daerah lainnya. “Ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan yang akan dilakukan di seluruh kota/kabupaten yang ada di Sumbar.

Serta bagaimana HASS memprakarsai mutu pendidikan dan membangkitkan kembali pemikir-pemikir hebat yang dulu pernah ada diSumbar ini,” ujar Asmardi Taher Ketua Harian HASS Limopuluah Koto dan Kota Payokumbuah. Untuk peserta kegiatan ini, terdiri dari masing-masing kepala sekolah SLTA kabupaten/kota ditambah dua orang guru serta sepuluh orang perwakilan dari siswa. “Peserta kegiatan ini kurang lebih berjumlah sekitar 500 orang yang terdiri dari 36 SLTA yang ada dikabupaten/kota ditambah undangan yang hadir.

Pelaksanaan dilakukan oleh daerah sedangkan biaya ditanggung sepenuhnya oleh pengurus pusat,” ujar Asmadi, Wakil ketua DPRD dari Fraksi Golkar ini. Acara yang langsung dibuka Walikota Payokumbuah Josrizal Zain ini juga dihadiri pejabat di kedua daerah. Tampak hadir, Wakil Bupati Limopuluah Koto, Ir Irfendi Arbi MP, Sekdakab Zadry Hamzah, Sekda Kota, Mahmuda Rivai, serta puluhan anggota HASS dari Jakarta dan Bandung.

Walikota menyambut baik kegiatan ini dan berharap dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan pendidikan di Sumbar, khususnya Kota Payokumbuah dan Limopuluah Koto. “Kemajuan suatu bangsa bertitik tolak dari kemajuan pendidikan. Oleh sebab, itu, dengan adanya kegiatan yang langkah seperti ini kita harapkan para guru bisa lebih baik dan termotivasi untuk memberikan pengajaran yang tepat dan lebih baik kepada para murid-muridnya,” ujar Josrizal.
Wabup Limopuluah Koto Ir Irfendi Arbi MP kepada POSMETRO mengatakan, kegiatan yang digelar HASS tersebut, dinilai sangat bagus dan amat bermamfaat bagi semua pihak. Ke depan, HASS ini betul-betul dapat mewujudkan programnya. Karena, salah satu kegiatan HASS adalah kepedulian terhadap pendidikan, diharapkan dukungan dari semua pihak.

Dunia pendidikan adalah prioritas utama. Maka besar harapan kita agar kehadiaran HASS tersebut dapat menjembatani, jika terjadi kendala, bagi siswa yang tidak mampu untuk untuk melanjutkan studynya ke Perguruan Tinggi (PT), agar cita-citanya tercapai, sehingga siswa yang berpersatsi, tapi dilatar belakangai miskin/tidak mampu itu bisa kuliah di salah satu PT seperti yang telah mereka cita-citakan. “Kemudiaan HASS juga seyogianya dapat memberi reword kepada kepada guru-guru yang berprestasi, sebagai motovasi guru untuk berjuang, sehingga dunia pendidikan di dua daerah ini benar-benar terwujud dengan baik sesuai dengan harapan, “ujar Irfendi.

Acara ini sendiri terbagi dalam tiga season, untuk season pertama mengambil tema Kiat jitu menjadi sukses, dengan pembicara Endang Irsal (Dirut PT. Semen Padang), Irwan Syarkawi (Preskom Bakrie) dan Budi Isman (Presdir Sari Husada). Untuk season kedua dengan tema Jati diri, Evaluasi dan Pengembangan Diri dengan pembicara Agus Sutiyono, dosen senior dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Dan untuk season ketiga dengan tema Mind Power & Hypno Education dengan pembicara Febriyo Hadikusuma, dosen dari Universitas Gajah Mada. (nur)
HASS Gelar Talk Show
Jumat, 23 Mei 2008

Payakumbuh, Padek-- Himpunan Alumni SLTA se-Sumatera Barat (HASS) sebagai salah satu ikatan emosional mantan pelajar SMA di Sumatera Barat, ingin melanjutkan kiprahnya dalam dunia pendidikan di kampung halaman. Setelah urun rembuk dengan Kepala Dinas Pendidikan se-Sumbar, Kepala Sekolah dan hampir seluruh stakeholder pendidikan beberapa hari lalu di Padang, kini HASS Pusat yang dikomandoi Jenderal Purnawirawan Djasri Marin, melanjutkannya dengan menggelar talk show pendidikan.

Sebagai percontohan dipilih HASS Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Selain karena kepengurusannya telah terbentuk, juga disebabkan, karena baru HASS dari Luhak Nan Bungsu itu yang menyatakan siap untuk menggelar follow up Seminar HASS di Padang itu. Kali ini, agenda yang akan diangkat adalah talk show pendidikan dengan tema ”Jati Diri, Evaluasi dan Pengembangan Diri”. Kegiatan itu akan digelar hari Sabtu (31/5) di GOR M Yamin Payakumbuh. Menurut pengurus HASS Pusat, Erizal Azhar dalam konferensi pers yang digelar kemarin di Payakumbuh, dalam talk show yang akan digelar dalam dua sesi itu akan menghadirkan lima pembicara.

”Pemilihan narasumber yang terdiri dari pengusaha sukses baik dari lokal dan nasional itu, semata-mata adalah untuk memberikan pencerahan kepada pelajar dan pihak sekolah sebagai peserta talk show. Dibutuhkan kerjakeras dan belajar keras, agar lebih tekun. Sebab hanya dengan ketekunan itulah, akan diraih keberhasilan,” kata Erizal yang juga Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Widya Jayakarta Jakarta itu. Kelima pembciara yang akan dihadirkan itu adalah, Endang Irsal, Direktur PT Semen Padang yang juga putra asli Kota Payakumbuh. Selain itu, juga akan dihadirkan Irwan Syarkawi, Presiden Komisaris Bakrie dan Budi Isman, Presiden Direktur Sari Husada. Tiga pembicara pertama ini, akan mengupas lebih dalam tentang Kiat Sukses Menjadi Sukses.

Ditambahkan Asmadi Taher, Ketua Harian HASS Payakumbuh/Limapuluh Kota yang ikut didampingi Husin Daruhan, Sekretris HASS Payakumbuh/Limapuluh Kota, dihadirkannya narasumber yang telah teruji itu adalah diantara bentuk keseriusan dari HASS untuk memberikan spirit kepada pelajar. Jika mereka ingin jadi orang berhasil, maka mereka harus tekun belajar. ”Jika ingin sukses seperti Endang Irsal atau Irwan Syarkawi yang memiliki perusahaan nirlaba dan ritel terbesar di Indonesia itu, maka kuncinya adalah rajib belajar,” kata Asmadi Taher.

Selain kedua pembicara itu, juga akan dihadirkan Agus Sutiyono, dosen Univesitas Negeri Jakarta yang akan membahas tentang Jati Diri, Evaluasi dan Pengembangan Diri. Bersama Agus juga akan dipanelkan atau mengisi sesi berikutnya Febriyo Hadikusuma, dosen Universitas Gaja Mada (UGM). Direncanakan, talk show itu akan diikuti pelajar, kepala sekolah, guru dan kepala dinas pendidikan. Akan disediakan door prize berupa laptop dan sejumlah hadiah lainnya untuk peserta. (jon/frv)


Staf Ahli Mendiknas Bidang Mutu Pendidikan Mengunjungi Sekolah Binaan DBE2 USAID di Kota Makassar, Sulawesi Selatan

Ramah Tamah

Salah satu program Staf Ahli Mendiknas Bidang Mutu Pendidikan adalah memberikan masukan atau bahan pertimbangan kepada Menteri Pendidikan Nasional. Bahan Masukan tersebut tertuang dalam kajian “Partisipasi Masyarakat dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan”.

Tim Staf Ahli Mendiknas melaksanakan pengumpulan data di satuan pendidikan, dalam hal ini di SD Kartika Wirabuana 1 dan SD Negeri Mamajang II Kota Makassar, yang merupakan sekolah binaan DBE2 USAID. Kedua sekolah ini adalah merupakan sekolah sampel di Propinsi Sulawesi Selatan. Ketua Tim pengkajian dan pengumpulan data, Bapak Agus Sutiyono,S.Pd,MM, yang berkunjung ke kedua sekolah tersebut disambut penuh persaudaraan, baik Bapak Drs.Syahrun Kepala SD Kartika Wirabuana 1 dan Ibu Basse Opu Kepala SD Negeri Mamajang II memberikan ekspresi kegembiraan atas kehadiran staf ahli Mendiknas tersebut. Pertemuan itu sukses atas dukungan orang tua siswa, komite sekolah/yayasan dan kepala UPTD Pendidikan Kec. Mamajang yang didampingi M. Amir Mallarangan, MTT DBE2 Gugus 1 Mamajang Kota Makassar, pada hari Selasa, 29 April 2008.

Secara jujur, Bapak Agus Sutiyono memberikan apresiasi positif terhadap kedua sekolah binaan DBE2 untuk dijadikan model bagi sekolah lainnya di luar binaan DBE2. Lebih seru lagi beliau menantang DBE2 USAID untuk kerja bareng melaksanakan pelatihan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sebuah tantangan untuk menjalin kemitraan yang partisipatif.

Materi kunjungan/pertemuan antara lain: Tim menjelaskan maksud dan tujuan pengkajian, pengisian kuesioner oleh responden didampingi oleh anggota tim, wawancara dengan kepala sekolah/komite sekolah/tokoh masyarakat, observasi lingkungan sekolah dan ramah tamah.